Selasa, 31 Agustus 2010

ISP

Syarat & Ketentuan

Syarat yang harus terpenuhi agar dapat terkoneksi dengan ISP atau Hotspot
1. Clear Line of Sight (CLOS).
Alias AP ISP ato Hotspot terlihat dan tidak terhalang pohon apalagi gedung
2. Jarak jangkau.
Jarak ISP/Hotspot ke Wajan masih dalam jarak jangkauan kekuatan sinyal wajan dan ISP/Hotspot.
Jarak jangkau ini sangat tergantung pada kondisi lingkungan, posisi antena serta faktor interferensi (kepadatan sinyal wifi lain disekitarnya)
3. Dibolehkan melakukan koneksi oleh ISP/Hotspot.
Tentu saja. Kalau ISP/Hotspot bersifat private, alias harus berlangganan, maka Anda harus mendaftar dulu ke ISP/Hotspot tersebut. Umumnya mereka memasang firewall dan/atau filter pada server, jadi hanya klien yang terdaftar aja yang bisa terkoneksi. Lain halnya kalau ISP/Hotspot bersifat publik, maka Anda tinggal mengarahkan antenanya saja.
4. Setting dan signal strength memenuhi.
Biasanya Anda harus mensetting IP Address di kompi. Biasanya setting IP Address akan diberikan oleh ISP/Hotspot jika Anda sudah terdaftar. Hotspot-hotspot yang berada di area publik (bandara, mall, cafe) biasanya menggunakan DHCP sehingga IP Address akan ter-set otomatis.
Syarat minimal signal strength wajan adalah sebesar 60%, barulah koneksi bisa dilakukan. Signal strength ini bisa dipantau dari wireless utility yang diinstal dari CD TP-Link.
Cek status koneksi wireless Windows pada posisi very good atau lebih baik lagi excellent.

Apa benar saya bisa Internetan gratis ?
Jawabannya: tentu saja
Jika Anda berada didalam jangkauan hotspot gratis seperti di mall, kampus, Hotel, Café, atau tempat-tempat yang berlabel HotSpot Area maka anda tinggal mengarahkan antena tersebut ke Area tersebut.
Jika tidak maka Anda bisa berlangganan ke ISP (penyedia layanan Internet) terdekat.
Biaya berlangganan Internet bervariasi, tergantung ISP yang Anda gunakan.
Garansi Produk
1. Untuk USB Wifi TP-Link WN321G garansi selama 6 bulan dan tidak berlaku apabila terdapat kerusakan akibat jatuh, terlempar dll.
2. Untuk antena garansi service 2 bulan (ongkos return barang ditanggung pembeli)
3. Tidak berlaku untuk kerusakan yang diakibatkan oleh salah pemakaian atau faktor alam / gangguan instalasi PLN.
4. Kerusakan fisik antena dalam pengiriman (peyot, patah dll) diluar tanggungjawab kami.
Ketentuan yang harus anda penuhi ketika membeli produk ini.
1. telah mempelajari Syarat terkoneksi dengan ISP/Hotspot diatas dengan baik
2. Saya memaklumi apabila terjadi kegagalan koneksi akibat tidak terpenuhinya satu atau beberapa Syarat terkoneksi dengan ISP/Hotspot diatas
3. Saya bersedia menanggung segala resiko akibat menggunakan perangkat ini untuk kegiatan ilegal (meng-crack koneksi ISP atau Hotspot,dll)
4. Segala kerusakan fisik dalam pengiriman diluar tanggung-jawab penjual
Anda kami anggap sudah mengerti dan menyetujui ketentuan-ketentuan diatas ketika membeli produk ini.
Semua perangkat antena telah diuji coba sebelum dikirim ke alamat tujuan.

PengertianISP
(Internet Service Provider) adalah perusahaan atau badan usaha yang menjual koneksi internet atau sejenisnya kepada pelanggan. ISP awalnya sangat identik dengan jaringan telepon, karena dulu ISP menjual koneksi atau access internet melalui jaringan telepon. Seperti salah satunya adalah telkomnet instant dari Telkom. Sekarang, dengan perkembangan teknologi ISP itu berkembang tidak hanya dengan menggunakan jaringan telepon tapi juga menggunakan teknologi seperti fiber optic dan wireless. Di Bali, Denpasar pada khususnya ISP dengan teknologi wireless paling banyak tumbuh. Karena teknologi ini “paling murah”. Tidak perlu membangun jaringan kabel, mudah dipindahkan, tidak ada biaya ijin dan lain-lain. ISP terkoneksi satu sama lain dalam Internet Exchange, interkoneksi. Sebagian besar ISP memerlukan upstream. Upstream itu adalah istilah dari penyedia koneksi dari ISP tersebut. Jadi ISP juga berlangganan dengan ISP yang lain. ISP yang tidak memiliki upstream disebut Tier1, tier1 hanya memiliki pelanggan dan interkoneksi, Channel-11 akan menjadi Tier1 pada saat mati. Hanya ada 9 ISP yang tergolong Tier 1 di dunia ini, yaitu : • AT&T (AS7018) • Global Crossing (GX) (AS3549) • Level 3 (AS3356) • Verizon Business (formerly UUNET ) (AS701) • NTT Communications / (formerly Verio ) (AS2914) • Qwest (AS209) • SAVVIS (AS3561) • Sprint Nextel Corporation (AS1239) List Tier 2 ISP yang paling berpengaruh di dunia : • PCCW Global (formerly Beyond the Network Access (BTN)) AS3491 (Buys transit from Savvis AS3561) • Cogent Communications AS174 (buys transit from Verio, AS2914) • France Télécom AS5511 (buys transit from Sprint, AS1239) • Tiscali International AS3257 (buys transit from Sprint, AS1239) • Telecom Italia Sparkle (Seabone) AS6762 (buys transit from Verizon Business, AS701 and Sprint, AS1239) • XO Communications AS2828 (buys transit from Sprint, AS1239) • nLayer AS4436 (buys from GBLX /AS3549 and SAVVIS /AS3561) Tipe Layanan pada ISP1. Dial on demand Internet Dial on demand ini adalah layanan internet dimana pelanggan tidak terkoneksi secara terus menerus ke internet. Pelanggan akan dibebani biaya berdasarkan lamanya mereka terkoneksi ke internet. Contoh layanan internet dial on demand adalah : Telkomnet instant dari Telkom, layanan-layanan dial up dari ISP yang lain, juga beberapa layanan dari ISP wireless local.2. Dedicated Internet Pelanggan yang menggunakan dedicated internet akan terhubung terus dengan internet 24/7. Sistem pembayaran dari layanan ini juga biasanya dilakukan per bulan dimana pelanggan akan membayar sesuai dengan paket yang ditawarkan, baik selama sebulan tersebut pengguna memang benar menggunakan internet 24 jam penuh atau tidak. Sistem dedicated ini biasanya mahal, dan biasanya untuk menekan biaya langganan, ISP memberikan beberapa metode untuk menekan harga misalnya dengan membatasi jumlah data yang boleh didownload dan diupload oleh pelanggan selama 1 bulan. Jumlah batasan data ini biasanya disebut dengan quota.Contoh layanan internet dedicated internet adalah layanan-layanan dari Channel 11, ERA AKSES, Speedy dari Telkom dan layanan-layanan dari ISP wireless local.Jenis koneksi ISPAda beberapa media yang digunakan oleh ISP dalam memberikan layanan ke konsumen, diantaranya kabel (modem, dsl modem), wireless (standar 802.11a, 802.11b, 802.11g), Satelit (satu arah dan dua arah) dan Fiber Optic (FO). Dari masing-masing media yang ditawarkan terdapat kekurangan dan kelebihan masing-masing. Media kabel yang digunakan saat ini umumnya adalah DSL (Digital Subscribe Line). Kecepatan yang ditawarkan bermacam-macam mulai dai 56 kbps sampai 2mbps walaupun sebenarnya DSL bisa dikembangkan sampai 8mbps. Tetapi penggunaan kabel yang sudah ada ini harus memperhatikan beberapa hal yang berhubungan dengan sinyal data. Seperti atenuasi, crosstalk, dan derau (noise). Atenuasi adalah melemahnya sinyal yang diakibatkan oleh adanya jarak yang semakin jauh yang harus ditempuh oleh suatu sinyal dan juga oleh karena makin tingginya frekuensi sinyal tersebut. Karena faktor jarak dan frekuensi ini maka jarak terjauh yang masih mungkin adalah sekitar 5,5 km dengan bandwith sekitar 1 MHz. Crosstalk akan mungkin dtimbulkan oleh adanya pasangan kabel telepon yang digunakan. Gangguan ini bisa timbul karena sinyal dengan kecepatan yang sama dari masing-masing kabel bisa saling mempengaruhi, bila gangguan ini lebih tinggi dibandingkan dengan sinyal data maka akan timbul banyak error yang memperlambat kecepatan aliran data. Untuk menghindari efek crosstalk dapat dibuat untuk setiap kabel satu arah, sehingga sinyal pada masing-masing kabel tidak saling memepengaruhi. Media wireless menawarkan beberapa kecepatan yang masing-masing tergantung dari standar yang digunakan, tapi secara umum, media wireless mempunyai kelemahan dan keunggulan sebagai berikut: • Keunggulannya adalah biaya pemeliharannya murah (hanya mencakup stasiun sel bukan seperti pada jaringan kabel yang mencakup keseluruhan kabel), infrastrukturnya berdimensi kecil, pembangunannya cepat, mudah dikembangkan (misalnya dengan konsep mikrosel dan teknik frequency reuse), mudah & murah untuk direlokasi dan mendukung portabelitas. • Kelemahannya adalah biaya peralatan mahal (kelemahan ini dapat dihilangkan dengan mengembangkan dan memproduksi teknologi komponen elektronika sehingga dapat menekan biaya jaringan), delay yang besar, adanya masalah propagasi radio seperti terhalang, terpantul dan banyak sumber interferensi (kelemahan ini dapat diatasi dengan teknik modulasi, teknik antena diversity, teknik spread spectrum dll), kapasitas jaringan menghadapi keterbatas spektrum (pita frekuensi tidak dapat diperlebar tetapi dapat dimanfaatkan dengan efisien dengan bantuan bermacam-macam teknik seperti spread spectrum/DS-CDMA) dan keamanan data (kerahasian) kurang terjamin (kelemahan ini dapat diatasi misalnya dengan teknik spread spectrum) [1,7 dan 9]. VSAT (Very Small Aperture Terminal) adalah pilihan bagi mereka yang berada di tempat terpencil dan membutuhkan koneksi Internet dimana tidak ada infrastruktur lain seperti leased line, ADSL, ISDN, bahkan tidak juga telepon. VSAT berbentuk seperti piringan yang berukuran besar dan menghadap ke langit. Dengan peralatan ini maka sinyal digital diterima dan dikirimkan ke satelit. Satelit berfungsi sebagai penerus sinyal untuk dikirimkan ke titik lainnya di atas bumi. Pendapat umum mengatakan bahwa koneksi dengan satelit adalah koneksi yang paling cepat. Kenyataanya adalah tidak. Waktu yang dibutuhkan dari satu titik di atas bumi ke titik lainnya melalui satelit adalah sekitar 700 milisecond, sementara leased line hanya butuh waktu sekitar 40 milisecond. Hal ini disebabkan oleh jarak yang harus ditempuh oleh data yaitu dari bumi ke satelit dan kembali ke bumi. Satelit geostasioner sendiri berketinggian sekitar 36.000 kilometer di atas permukaan bumi.• Keunggulan VSAT: 1. Pemasangannya cepat. 2. Tersedia di seluruh wilayah Indonesia. • Kekurangan VSAT: 1. Koneksinya relatif lambat. 2. Memakan tempat, terutama untuk piringannya.Dalam menentukan ISP yang akan digunakan ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu :
1. Backbone koneksi yang dimiliki. Ini menentukan kapasitas terpasang yang bisa disediakan untuk lalulintas data. Semakin besar backbone yang dimiliki semakin baik. Biasanya dinyatakan dalam ukuran Mbps.
2. Kecepatan dan jenis modem yang bisa dilayani. Terutama perlu dipastikan layanan di daerah mana kita akan melakukan koneksi, karena meskipun kita menggunakan ISP yang sama seringkali layanan yang diberikan berbeda, tergantung pada daerahnya.
3. Lokasi akses point terdekat. Hal ini terutama berlaku untuk kota – kota besar seperti Jabotabek dan Surabaya, dimana meskipun satu kode wilayah, tetapi biaya pulsa telepon bisa berbeda.
4. Lokasi akses point lain disekitar tempat tinggal kita.

http://www.wajanbolik.com/index.php?option=com_content&view=article&id=20&Itemid=18
http://narut007piece.wordpress.com/artikel-isp/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar